

Badminton seolah sudah mendarah daging dengan kehidupan kita, bangsa Indonesia. Permainan yang dimainkan oleh maksimal 4 orang dengan menggunakan alat raket dan kok ini bukan hanya berhasil menaikkan pamor Indonesia di kancah dunia, Badminton juga bisa dibilang menjadi salah satu harapan bangsa ini bagi masa depan. Kenapa begitu? Karena dibandingkan cabang olahraga lain, regenerasi pemain badminton dipersiapkan cukup serius. Contohnya oleh PB Djarum.
Sejak lulus SD, para pemain yang dirasa “cocok” dan “berprospek” akan diikutsertakan dalam seleksi yang dilaksanakan khusus oleh PB. Djarum di Kediri, Kemudian setelah terpilih mereka akan digodok hingga menjadi seorang atlet yang siap fisik maupun mentalnya.
Regenerasi ini sangat penting, mengingat posisi kita sejak dahulu selalu berada di papan atas. Pemain-pemain hebat sejak zaman Rudy Hartono, Lim Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja hingga kini era Liliana Natsir & Tantowi Ahmad, Simon Santoso dan lainnya posisi kita tidak bisa diremehkan.
Akhirnya saya sampai kepada teori saya, kalau badminton adalah olahraga yang “Orang Asia (khususnya Indonesia) Banget” Kenapa? karena tubuh orang Indonesia yang relatif lebih kecil dari orang Eropa atau Amerika, membuat pemain-pemain Indonesia lebih gesit dan lebih tangkas. Selain itu, keuntungan dari permainan badminton ini adalah adanya net sehingga tanpa kontak fisik. Jadi kita tidak perlu merasa terintimidasi duluan oleh pemain Eropa yang tubuhnya lebih besar. Toh pada faktanya posisi kita selalu lebih unggul dibanding pemain Amerika atau Eropa..
Dahulu tidak seperti sekarang. Entah animo masyarakat yang semakin menurun, atau media yang sengaja menurunkan itu. Rasa-rasanya berita tidak terlalu banyak menayangkan info bulutangkis dan beberapa kejuaraanpun tidak disiarkan oleh televisi nasional, sayang sekali padahal saya yakin banyak sekali yang merindukannya seperti saya.
Salah satu Kejuaraan yang besar yang hampir selalu saya ikuti tiap tahunnya adalah Djarum Indonesia Open. Kalau tidak bisa menonton siarannya lewat TV, saya mengecek hasil pertandingan lewat internet atau media cetak. Dari Info yang saya baca, Indonesia Open yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1982, pada tahun 2007 sudah masuk jajaran Super Series, yang mana hanya dilaksanakan di 12 Negara saja. Indonesia patut diperhitungkan kan?
PB Djarum sudah sangat mendukung badminton Indonesia dengan memperhatikan regenerasi para atlet badminton. Selain itu Djarum juga mendukung para atlet dengan mengadakan kejuaraan Djarum Indonesia Open setiap tahunnya. Sebuah kejuaraan bagaikan sebuah ujian bagi para atlet. Perjuangan latihan fisik dan mental mereka sepanjang tahun akan diuji di sebuah kejuaraan. Dan kejuaraan sebesar Djarum Indonesia Open 2013 ini akan membuat para atlet lebih bersemangat karena apabila menjuarai event kelas dunia ini, selain mereka bisa mengharumkan nama bangsa, hasilnya juga bisa menambah poin dan meningkatkan posisi para atlet di urutan dunia.
Selama bertahun-tahun Djarum terus menerus mendukung olahraga di Indonesia, terutama badminton. Kejuaraan sebesar dan se-bergengsi Djarum Indonesia Open pastilah sangat diperhitungkan di mata dunia. Karena bukan hanya tentang badminton nya. Dengan banyaknya turis asing dari negara peserta yang sengaja menonton Djarum Indonesia Open 2013, sama dengan memperkenalkan pariwisata Indonesia. Mungkin banyak diantaranya yang niatnya hanya menonton badminton, akhirnya mengunjungi tempat-tempat pariwisata di Indonesia. Bisa saja mereka menceritakannya kepada teman-temannya setelah pulang.
Badminton telah menjadi kebanggan bangsa Indonesia bahkan sejak puluhan tahun lalu. Saya selalu berharap Indonesia selalu menjadi “langganan” juara dunia. Dengan keadaan negara yang tidak stabil, dan media dipenuhi dengan berita miring, satu saja berita di kolom olahraga tentang atlet badminton yang menjuarai kejuaraan dunia seperti oase di padang pasir.
Djarum Indonesia Open telah berhasil menjadi media bagi pada atlet badminton untuk menunjukan talentanya di kancah internasional dan secara tidak langsung mempublikasikan olahraga badminton lewat berita-berita hasil pertandingannya nanti sehingga masyarakat tahu dan sadar bahwa kini badminton masih eksis dan atlet-atletnya masih terus berusaha menorehkan sejarah juara yang akan kita kenang di masa depan seperti bagaimana kita mengingat era Lim Swie King.
Tahun ini Indonesia harus bisa memboyong banyak medali. Semoga para supporter di lapangan dan di rumah bisa menularkan semangatnya dan menjadikan itu sebagai energi tambahan para atlet. Jika tahun lalu Indonesia hanya bisa mendapatkan satu juara saja, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih.
Dan terimakasih Djarum, dengan Djarum Indonesia Open nya, saya dan masyarakat Indonesia lainnya masih bisa menikmati kejuaraan badminton yang sangat bergengsi, yang bisa selalu kami banggakan sebagai bangsa Indonesia








